Memahami Cara Kerja Ekonomi dalam The Story of Capital
Tim BacaApps26 October 2026 4 min read

Pernahkah kamu merasa bahwa dunia ekonomi seolah-olah tidak pernah tidur dan selalu menuntut kita untuk bergerak lebih cepat? Mengapa roda bisnis harus terus berputar lebih kencang dari tahun sebelumnya, dan mengapa pertumbuhan ekonomi seakan menjadi kewajiban yang tidak boleh berhenti?
Dalam buku The Story of Capital, David Harvey mencoba menjawab kegelisahan tersebut dengan membedah cara kerja sistem ekonomi modern. Melalui buku ini, kamu akan belajar bahwa ekonomi bukan sekadar angka-angka di berita, melainkan sebuah proses dinamis yang memengaruhi cara kita bekerja, tinggal, hingga cara kita memperlakukan alam.
Modal sebagai Spiral Pertumbuhan yang Tak Pernah Berhenti
Banyak orang mengira modal hanyalah tumpukan uang yang diam di dalam bank atau brankas. Namun, David Harvey menjelaskan bahwa modal sebenarnya adalah sebuah proses sirkulasi dinamis yang disebut sebagai nilai dalam gerak. Modal baru benar-benar menjadi kapital ketika uang digunakan untuk menggerakkan bahan baku dan tenaga manusia menjadi barang baru yang memiliki nilai lebih tinggi.
Menariknya, perputaran modal ini tidak bekerja seperti siklus alam yang melingkar dan tenang, seperti air yang menguap lalu turun kembali sebagai hujan. Sebaliknya, modal bekerja seperti sebuah spiral. Artinya, pada setiap putaran, ukuran lingkarannya harus selalu membesar melalui proses akumulasi demi akumulasi.
Kebutuhan untuk terus membesar ini bukan sekadar keinginan pribadi para pemilik dana, melainkan tuntutan sistem agar tidak runtuh. Akibatnya, sistem ekonomi dipaksa untuk terus mencari cara menyerap lebih banyak tenaga kerja manusia dan sumber daya alam demi menghasilkan keuntungan yang lebih besar pada putaran berikutnya.
Rahasia di Balik Laba dan Ketimpangan Kerja
Pernahkah kamu bertanya-tanya dari mana sebenarnya keuntungan besar sebuah perusahaan berasal? Harvey menguraikan bahwa laba atau nilai lebih bermula dari selisih antara nilai yang diciptakan oleh pekerja dengan upah yang mereka terima.
Secara sederhana, pemilik modal membayar upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup harian pekerja. Namun, selama jam kerja berlangsung, pekerja sebenarnya mampu menciptakan nilai barang yang jauh lebih tinggi daripada upah yang mereka dapatkan. Nilai tambahan inilah yang kemudian diambil oleh pemilik modal sebagai laba.
Teknologi sering kali masuk ke dalam celah ini. Alih-alih digunakan untuk meringankan beban kerja manusia, teknologi sering kali dipakai untuk menghasilkan apa yang disebut sebagai surplus nilai relatif. Caranya adalah dengan memotong waktu pembuatan barang kebutuhan pokok agar nilai kebutuhan harian buruh turun, sehingga keuntungan pengusaha meningkat. Hal ini menciptakan ketegangan yang terus-menerus antara tuntutan keuntungan pemilik modal dengan hak hidup serta kesejahteraan para pekerja.
Dampak Teknologi dan Persaingan terhadap Pekerja
Dunia bisnis adalah arena persaingan yang sangat ketat. Setiap perusahaan dipaksa untuk terus berinovasi agar tidak kalah saing. Jika sebuah pabrik terlambat membeli mesin otomatis yang lebih canggih, mereka akan kalah karena harga barang mereka menjadi terlalu mahal di pasar.
Perlombaan inovasi ini membawa dampak langsung bagi tenaga kerja manusia. Ketika mesin baru masuk, jumlah pekerja yang dibutuhkan sering kali berkurang drastis. Pekerja yang kehilangan pekerjaan ini kemudian menjadi apa yang disebut sebagai tentara cadangan industri. Keberadaan barisan pencari kerja yang panjang ini secara tidak langsung membuat posisi tawar buruh semakin lemah karena mereka selalu merasa terancam bisa digantikan sewaktu-waktu oleh mesin.
Proses ini tidak terjadi di ruang hampa. Negara sering kali terlibat dalam mendukung kemajuan teknologi ini melalui kebijakan atau lembaga pemerintah untuk memastikan produk nasional tetap memiliki daya saing di pasar global.
Bagaimana Modal Mengubah Ruang, Waktu, dan Alam
Dalam sistem kapital, waktu adalah uang. Modal berusaha keras untuk menghancurkan batasan ruang melalui percepatan waktu. Semakin cepat barang dibuat dan diantar ke tangan pembeli, semakin cepat pula uang kembali untuk menghasilkan keuntungan baru. Inilah alasan mengapa layanan pengantaran instan dan teknologi digital berkembang begitu pesat.
Selain itu, sistem ekonomi modern sering kali mengabaikan peran penting dari reproduksi sosial atau perawatan manusia di lingkungan rumah tangga. Padahal, agar pekerja bisa kembali bekerja setiap pagi, mereka butuh makan, istirahat, dan tempat tinggal yang layak. Ketika biaya perumahan naik tajam, sebagian besar upah pekerja justru habis kembali ke sektor properti, yang membuat beban hidup semakin berat.
Tekanan ini juga merambah ke alam. Demi mengejar keuntungan jangka pendek, sistem ekonomi cenderung memperlakukan alam sebagai sumber daya gratis yang bisa diambil tanpa biaya pemulihan. Eksploitasi yang berlebihan ini memicu kerusakan lingkungan yang dampaknya, seperti polusi dan perubahan iklim, harus ditanggung bersama oleh masyarakat luas.
Menghadapi Krisis dan Mencari Alternatif Sosial
Sistem ekonomi yang menuntut pertumbuhan tanpa henti ini tidak selalu berjalan mulus. Krisis ekonomi sering kali dipicu oleh penumpukan modal yang macet atau kondisi yang disebut sebagai kelebihan modal (overakumulasi), di mana barang melimpah tetapi daya beli masyarakat tidak mencukupi.
Untuk menunda krisis tersebut, sistem sering kali menggunakan instrumen kredit dan utang. Namun, Harvey memperingatkan bahwa penggunaan utang yang berlebihan dapat mengubah sistem kredit menjadi penguasa yang liar. Alih-alih menyelesaikan akar masalah, kebijakan ini sering kali hanya memindahkan beban risiko dari lembaga keuangan ke masyarakat umum melalui beban utang yang menumpuk.
Sebagai langkah menghadapi ketimpangan ini, muncul gagasan untuk menata ulang ruang kehidupan kita. Mengatur fasilitas umum, menyediakan hunian layak, dan mengelola ruang kota secara bersama di tingkat lokal menjadi langkah nyata untuk menciptakan alternatif sosial yang lebih berkeadilan dan tidak sepenuhnya didikte oleh arus pasar bebas.
Memahami dinamika ekonomi yang kompleks ini akan membantumu membaca fenomena di sekitarmu dengan lebih kritis. Dapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan jernih mengenai fenomena ekonomi di sekitarmu dengan membaca ringkasan lengkap buku The Story of Capital karya David Harvey hanya di aplikasi BacaApps.
Baca ringkasan lengkapnya di BacaApps: The Story of Capital karya David Harvey
