Cara Mengatasi Prokrastinasi dengan Strategi Do It Today
Tim BacaApps27 October 2026 5 min read

Pernahkah kamu duduk di depan meja kerja, menatap satu tugas penting, lalu tiba-tiba merasa tugas itu sangat berat dan membosankan? Akhirnya, kamu berkata pada diri sendiri bahwa kamu akan mengerjakannya besok pagi saja saat pikiran lebih segar. Namun, ketika besok tiba, kamu justru mengulang alasan yang sama persis.
Dalam buku Do It Today karya Darius Foroux, kamu akan menemukan jawaban mengapa pola ini terus berulang dan bagaimana cara memutus siklusnya. Buku ini bukan sekadar tentang manajemen waktu, melainkan tentang strategi praktis untuk mengatasi kebiasaan menunda dan membangun produktivitas yang bertahan lama melalui sistem yang terarah.
Memahami Akar Masalah Menunda Pekerjaan
Banyak orang mengira bahwa kebiasaan menunda atau prokrastinasi adalah tanda bahwa seseorang itu malas. Namun, Darius Foroux melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Menunda sebenarnya adalah kegagalan dalam regulasi diri saat menghadapi ketidaknyamanan.
Saat kamu menghadapi tugas yang rumit, tidak pasti, atau menakutkan, pikiranmu secara alami akan mencari cara untuk menghindar. Penulis Steven Pressfield menyebut dorongan penghambat ini sebagai Resistance atau perlawanan batin. Menariknya, semakin penting sebuah pekerjaan bagi masa depanmu, maka semakin besar pula perlawanan batin yang akan kamu rasakan.
Foroux sendiri pernah mengalami hal ini dalam perjalanan kariernya. Ia sering menghindari tugas-tugas berat dan justru menghabiskan tenaga untuk hal-hal sepele seperti merapikan meja atau mengecek email. Ia merasa sedang bekerja, padahal sebenarnya ia hanya sedang menghindari tugas inti yang menentukan kemajuan kariernya.
Penting untuk diingat bahwa menunda tidak akan menghilangkan masalah tersebut. Seperti yang pernah dikatakan oleh Abraham Lincoln, kita tidak bisa melarikan diri dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya hari ini. Menunda hanya akan memindahkan beban yang sama ke hari esok, sering kali dengan tekanan mental yang jauh lebih besar.
Mengelola Perhatian dan Membangun Sistem
Salah satu gagasan paling kuat dalam buku ini adalah bahwa kamu harus mengelola perhatian, bukan sekadar mengelola waktu. Waktu berjalan dengan kecepatan yang sama bagi semua orang, tetapi perhatian adalah hal yang bisa kamu kendalikan. Tanpa kemampuan menjaga perhatian pada satu hal, jadwal harian yang paling rapi sekalipun tidak akan memberikan hasil nyata.
Masalahnya, mengandalkan kemauan keras atau willpower untuk melawan godaan menunda hampir selalu berakhir dengan kegagalan. Energi manusia itu terbatas dan cepat terkuras. Oleh karena itu, daripada mengandalkan tekad, kamu perlu membangun sistem luar yang membantumu tetap di jalur yang benar.
Berikut adalah beberapa langkah untuk membangun sistem tersebut:
- Metode Blok Waktu (Time Blocking): Alih-alih bekerja mengikuti suasana hati, bagilah jam kerjamu ke dalam blok-blok waktu yang sudah ditentukan. Satu blok waktu hanya digunakan untuk satu jenis tugas utama tanpa gangguan lain.
- Eliminasi Gangguan Digital: Ponsel yang berada di atas meja dapat menguras fokusmu meskipun layarnya mati. Matikan notifikasi yang tidak penting atau taruh ponsel di luar jangkauan saat sedang bekerja.
- Penyederhanaan Lingkungan: Bersihkan tumpukan barang di meja dan singkirkan proyek-proyek sampingan yang terbengkalai. Lingkungan yang lebih sederhana membuat ruang di kepalamu menjadi lebih lega dan jernih.
Menjadi Efektif, Bukan Sekadar Sibuk
Sering kali kita merasa sudah bekerja sangat keras seharian penuh, tetapi merasa tidak ada kemajuan berarti pada proyek utama. Dalam buku ini, Foroux mengutip ahli manajemen Peter Drucker yang membedakan antara produktivitas dan efektivitas.
Produktivitas adalah kemampuan menyelesaikan banyak tugas dalam waktu singkat, sedangkan efektivitas adalah kemampuan memilih untuk mengerjakan hal yang benar. Mengerjakan hal yang salah dengan sangat cepat tetap tidak akan membawamu ke mana-mana.
Untuk memastikan kamu bekerja secara efektif, Foroux menyarankan kamu melakukan hal berikut:
- Buat Catatan Aktivitas Harian (Activity Log): Catat apa yang kamu lakukan setiap tiga puluh menit selama dua hingga tiga minggu. Ini akan membantumu melihat pola pembuang waktu, seperti kebiasaan memeriksa media sosial secara berulang.
- Waspadai Perfeksionisme: Banyak orang menunda karena takut hasilnya tidak sempurna. Perfeksionisme sebenarnya adalah bentuk lain dari prokrastinasi. Gunakan prinsip learned resourcefulness: manfaatkan apa yang kamu punya sekarang dan selesaikan tugas tersebut sebaik mungkin.
Menjaga Energi dan Kesehatan untuk Produktivitas
Produktivitas yang berkelanjutan sangat bergantung pada kondisi fisik dan mentalmu. Kamu tidak bisa terus-menerus bekerja tanpa jeda tanpa mengalami kelelahan mental.
Foroux menekankan pentingnya ritual malam untuk mencegah decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Dengan menyiapkan pakaian untuk besok dan menulis agenda kerja di malam hari, otakmu tidak perlu membuang energi untuk memikirkan hal-hal sepele saat bangun pagi. Selain itu, pastikan kamu memutuskan koneksi internet sebelum tidur agar pikiran bisa beristirahat secara utuh.
Selain ritual malam, ada dua hal lain yang krusial:
- Istirahat Strategis: Jangan menunggu sampai tubuh tumbang untuk beristirahat. Lakukan jeda pendek di antara jam kerja, seperti bekerja penuh selama tiga puluh menit lalu mengambil jeda lima menit.
- Kebugaran Fisik: Tubuh yang bugar adalah modal utama untuk berpikir jernih. Foroux menyadari bahwa tanpa olahraga teratur, konsentrasinya justru turun drastis meskipun ia mencoba menambah jam kerja.
Kekuatan Kemajuan Kecil yang Konsisten
Kesuksesan besar tidak datang dari melakukan banyak hal sekaligus dalam satu malam. Sebaliknya, kesuksesan adalah hasil dari efek pengganda atau compounding dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Sama seperti investor Warren Buffett yang sebagian besar kekayaannya terkumpul setelah usia lima puluh tahun, kamu bisa meraih hasil besar dengan mengejar kemajuan kecil sekitar nol koma satu persen setiap hari. Fokuslah pada tugas-tugas penting secara bertahap daripada mencoba melakukan lompatan besar yang mustahil.
Agar tetap termotivasi, carilah makna dalam pekerjaanmu. Saat pekerjaan terasa memiliki tujuan yang jelas, dorongan untuk menghindar akan berkurang dengan sendirinya. Jika kamu merasa sulit memulai, gunakan mantra singkat atau kalimat penyemangat untuk mengubah pikiran menjadi tindakan nyata.
Jangan menunggu waktu yang sempurna atau tekad yang lebih kuat. Lihat kembali mejamu, pilih satu tugas penting yang paling ingin kamu hindari, dan mulailah mengerjakannya sekarang juga.
Ingin mempelajari strategi lengkap untuk mengatasi penundaan dan membangun sistem produktivitas yang bertahan lama? Kamu bisa membaca ringkasan lengkap buku Do It Today karya Darius Foroux hanya di BacaApps. Dapatkan wawasan mendalam untuk membantu kamu mulai bergerak dan bebas dari penyesalan di masa depan.
Baca ringkasan lengkapnya di BacaApps: Do It Today karya Darius Foroux
