Belajar Strategi Investasi dari Investing the Templeton Way
Tim BacaApps15 October 2026 4 min read

Pernahkah kamu merasa sangat takut saat melihat layar ponsel penuh dengan berita buruk tentang pasar saham yang sedang anjlok? Di saat semua orang panik dan berbondong-bondong menjual aset mereka, muncul sebuah pertanyaan penting: apakah kamu akan ikut lari menyelamatkan uangmu, atau justru melihat kekacauan itu sebagai peluang emas?
Buku Investing the Templeton Way karya Lauren C. Templeton dan Scott Phillips akan menjawab kegelisahan tersebut. Melalui kisah hidup Sir John Templeton, atau yang akrab disapa Uncle John, kamu akan belajar bagaimana cara membangun kekayaan yang kokoh dengan cara melawan arus kerumunan dan berburu saham berkualitas saat harganya sedang jatuh di bawah nilai aslinya.
Membeli Saat Orang Lain Takut
Salah satu prinsip paling fundamental yang diajarkan dalam buku ini adalah konsep point of maximum pessimism atau titik keputusasaan tertinggi. Uncle John belajar bahwa peluang investasi terbaik sering kali muncul justru ketika suasana pasar sedang sangat suram dan orang-orang merasa tidak ada harapan lagi.
Ketenangan adalah kunci utama. Saat kepanikan melanda, emosi manusia sering kali mengambil alih logika. Banyak orang menjual aset mereka bukan karena bisnisnya hancur, melainkan karena rasa takut yang tidak rasional. Dengan menjaga kepala tetap dingin, kamu bisa melihat nilai asli sebuah aset yang sedang didiskon besar-besaran oleh pasar yang sedang ketakutan.
Prinsip ini bukan sekadar teori, melainkan pelajaran hidup yang didapat John Templeton dari ayahnya. Pada era 1920-an, ketika banyak pemilik tanah mengalami kebangkrutan dan tanah mereka dilelang dengan harga sangat murah, ayah John justru maju untuk membeli tanah-tanah subur tersebut. Saat orang lain takut dan tidak berani menawar, di situlah peluang besar ditemukan.
Mencari Nilai Intrinsik dan Mengabaikan Cerita
Dalam berinvestasi, kamu harus bisa membedakan antara harga pasar dan nilai intrinsik. Nilai intrinsik adalah perkiraan nilai nyata dari sebuah bisnis berdasarkan aset dan kemampuannya menghasilkan keuntungan. Harga saham di bursa sering kali tidak mencerminkan nilai ini karena terus dipermainkan oleh emosi manusia.
Buku ini memperingatkan kamu untuk menghindari jebakan story stock atau saham yang hanya bermodal cerita manis. Cerita tentang teknologi baru atau masa depan yang gemilang sering kali memikat perhatian, namun cerita tersebut bisa saja menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya buruk. Jangan sampai kamu membeli saham hanya karena mengikuti euforia atau takut tertinggal keuntungan.
Sebagai gantinya, kamu perlu melakukan analisis pembukuan secara mandiri. Jangan hanya terpaku pada ringkasan berita atau cerita populer. Kamu harus berani melihat lebih dalam ke laporan keuangan untuk memastikan bahwa bisnis tersebut memang sehat. Contohnya, saat melihat perusahaan yang harganya anjlok, kamu perlu memeriksa apakah penurunan itu karena masalah teknis sementara atau memang ada kelemahan bisnis yang permanen.
Diversifikasi Global dan Analisis Bottom-Up
John Templeton tidak membatasi dirinya hanya pada pasar di negaranya sendiri. Ia menggunakan strategi diversifikasi global untuk memperluas peluang mencari saham murah. Jika pasar saham di negerimu sedang mahal, kamu bisa mengalihkan perhatian ke negara lain yang sedang sepi peminat namun memiliki prospek ekonomi yang baik.
Dalam memilih saham, ia lebih mengandalkan analisis bottom-up. Artinya, fokus utamanya adalah pada kondisi bisnis perusahaan itu sendiri, bukan sekadar menebak arah pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perusahaan yang dikelola dengan sangat rapi sering kali tetap bisa tumbuh meski ekonomi negaranya sedang melambat.
Namun, bukan berarti kamu bisa mengabaikan kondisi negara sepenuhnya. Ada beberapa kriteria yang perlu kamu perhatikan untuk menyaring tempat berinvestasi, seperti:
- Menghindari negara dengan utang pemerintah yang terlalu tinggi (melebihi 25% dari PDB).
- Menghindari negara dengan defisit anggaran yang boros.
- Menghindari negara yang memiliki kebiasaan menasionalisasi bisnis swasta.
- Mencari negara dengan tingkat tabungan masyarakat yang tinggi dan neraca perdagangan yang surplus.
Memanfaatkan Volatilitas dan Kekuatan Bunga Majemuk
Bagi investor yang cerdas, naik turunnya harga saham atau volatilitas bukanlah musuh, melainkan teman. Gejolak pasar adalah cara alam memberikan diskon pada harga aset. Dengan memanfaatkan volatilitas, kamu bisa melipatgandakan hasil investasi melalui kekuatan bunga majemuk atau compounding.
Perlu diingat bahwa bunga majemuk bekerja melalui selisih imbal hasil yang terlihat kecil namun berdampak besar dalam jangka panjang. Selisih keuntungan tahunan yang hanya beberapa persen saja bisa membuat perbedaan jutaan dolar jika kamu memiliki kesabaran untuk membiarkannya tumbuh selama puluhan tahun.
Agar tidak kehilangan momentum saat krisis datang, kamu disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Menyusun daftar beli saham atau wish list jauh-jauh hari saat pasar masih tenang.
- Fokus pada perusahaan dengan neraca keuangan yang bersih, utang rendah, dan kemampuan bayar bunga yang tinggi.
- Memasang pesanan beli otomatis (standing orders) di harga yang jauh di bawah harga pasar saat ini.
Dengan persiapan ini, ketika kepanikan pasar terjadi, kamu tidak akan ragu untuk membeli karena kamu sudah tahu persis apa yang ingin kamu beli dan pada harga berapa.
Berani Berbeda untuk Hasil Maksimal
Pesan utama dari perjalanan hidup John Templeton sangatlah jelas: jika kamu ingin mendapatkan hasil yang lebih baik daripada orang kebanyakan, kamu harus berani bertindak berbeda dari mereka. Mengikuti kerumunan massa yang emosional hampir pasti akan membuatmu rugi. Kamu harus memiliki keberanian untuk menjadi pemikir mandiri yang tetap tenang di tengah badai.
Investasi bukan tentang menebak masa depan, melainkan tentang memahami nilai dan mengendalikan emosi diri sendiri. Dengan disiplin dan riset yang mendalam, kamu bisa mengubah krisis menjadi tangga menuju kemakmuran.
Ingin mempelajari lebih dalam tentang strategi detail dan teknik analisis yang digunakan oleh sang legenda? Kamu bisa membaca ringkasan lengkap buku Investing the Templeton Way di aplikasi BacaApps sekarang juga.
Baca ringkasan lengkapnya di BacaApps: Investing the Templeton Way karya Lauren C. Templeton and Scott Phillips
