BacaApps
All posts

Belajar Meraih Target Lewat Prinsip The Achievement Habit

Tim BacaApps24 October 2026 5 min read

Belajar Meraih Target Lewat Prinsip The Achievement Habit

Pernahkah kamu merasa sudah punya banyak rencana besar, tetapi langkahmu selalu terhenti di tengah jalan? Kamu mungkin sering berkata akan "mencoba" bangun pagi, "mencoba" berolahraga, atau "mencoba" menyelesaikan pekerjaan sebelum sore hari. Namun, pada akhirnya, semua itu hanya menjadi angan-angan yang tersimpan di kepala tanpa ada aksi nyata yang dilakukan.

Dalam buku The Achievement Habit, Bernard Roth menjelaskan bahwa kegagalan untuk bertindak ini bukanlah karena kurangnya bakat, melainkan karena kita belum memiliki kebiasaan untuk mencapai sesuatu. Melalui pengalaman puluhan tahun mengajar di Stanford, Roth mengungkapkan bahwa pencapaian adalah sebuah kebiasaan bertindak nyata dengan niat yang jelas, bukan sekadar mencoba. Artikel ini akan membedah bagaimana kamu bisa mengubah cara berpikir dan bertindak agar bisa meraih target hidupmu.

Berhenti Sekadar Mencoba dan Mulah Melakukan

Salah satu pelajaran paling mendasar dari Bernard Roth adalah perbedaan antara sekadar mencoba dan sungguh-sungguh melakukan. Roth sering melakukan eksperimen sederhana di kelasnya: ia meminta seorang mahasiswa untuk mencoba merebut sebuah pulpen dari tangannya. Mahasiswa tersebut biasanya akan mengerahkan tenaga besar, menarik dengan canggung, dan sering kali gagal. Namun, ketika ia meminta mahasiswa lain untuk benar-benar mengambil benda tersebut, benda itu berpindah tangan dengan sangat mudah.

Perbedaan ini terletak pada penggunaan energi mental kita. Saat kamu berkata bahwa kamu sedang "mencoba", kamu sebenarnya sedang menyiapkan jalan keluar jika rencanamu gagal. Kamu menggunakan force atau paksaan untuk melawan keraguan di dalam dirimu sendiri. Energi yang kamu miliki habis terbuang bukan untuk menyelesaikan tugas, melainkan untuk mempertahankan alasan-alasan cadangan.

Sebaliknya, saat kamu memilih untuk "melakukan" (doing), kamu menggunakan kekuatan (power) yang tenang. Ketika niat sudah bulat, keraguan akan hilang dari pikiranmu. Kamu tidak lagi memikirkan apakah keadaan di luar mendukung atau tidak, karena tindakanmu mengalir langsung menuju sasaran. Mengubah kata "mencoba" menjadi "melakukan" adalah langkah awal untuk memperkuat tekadmu.

Menggunakan Berpikir Desain untuk Solusi Hidup

Banyak persoalan dalam hidup menjadi rumit karena kita terlalu lama memikirkannya di kepala tanpa mencari solusi yang tepat. Di d.school Stanford, Roth mengajarkan penggunaan pendekatan design thinking atau berpikir desain untuk mengubah gagasan abstrak menjadi kenyataan. Metode ini terdiri dari lima langkah: berempati, merumuskan masalah, mencari ide, membuat prototipe, dan menguji hasil.

Langkah yang paling krusial adalah merumuskan masalah. Jika kamu salah dalam mendefinisikan masalah, kamu hanya akan membuang-buang waktu untuk mencari solusi yang tidak relevan. Contohnya, jika kamu merasa lelah saat bekerja, jangan langsung memutuskan untuk membeli kursi baru. Gunakan empati untuk memahami kebutuhanmu yang sebenarnya; mungkin masalahnya bukan pada kursi, melainkan pada alur kerja yang tidak teratur.

Setelah itu, jangan menunggu rencana menjadi sempurna. Seorang desainer akan segera membuat prototipe sederhana—bahkan hanya dari kardus atau lakban—untuk diuji coba. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa menerapkan ini dengan membuat model awal dari kebiasaan baru atau alur kerja baru. Daripada menunggu seluruh rencana terasa pasti, langsunglah bertindak nyata dan perbaiki secara bertahap berdasarkan umpan balik yang kamu dapatkan.

Mengubah Makna dan Melepaskan Label Kaku

Sering kali, yang menahan langkah kita bukanlah kejadian itu sendiri, melainkan makna yang kita berikan pada kejadian tersebut. Roth mengajarkan bahwa peristiwa atau benda di dunia ini bersifat netral sampai pikiran kita sendiri datang dan memberinya arti. Misalnya, sebuah pesan yang tidak dibalas atau ucapan judes dari rekan kerja sebenarnya hanyalah kejadian biasa, sampai kamu memutuskan untuk merasa sakit hati karenanya.

Selain itu, kita harus waspada terhadap functional fixedness atau kekakuan fungsional. Ini adalah kebiasaan melihat sesuatu hanya dari fungsi lamanya atau satu sudut pandang saja. Roth menyarankan agar kita melepaskan label permanen pada diri sendiri. Kegagalan di masa lalu atau nilai buruk di sekolah bukanlah vonis mati bagi masa depanmu. Jangan biarkan citra diri yang kaku membuatmu merasa tidak mampu berkembang.

Dengan mengubah sudut pandang, kamu bisa melihat peluang baru. Contohnya adalah kisah Ann yang menghadapi suaminya yang menderita kanker sekaligus Alzheimer. Alih-alih melihatnya sebagai beban yang menyedihkan, Ann memilih memandang hari-hari tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang. Dengan mengubah makna, ia mengubah seluruh jalan hidupnya.

Jujur pada Alasan dan Mengelola Komunikasi

Kita sering kali membuat hubungan sebab-akibat yang keliru untuk membenarkan perilaku kita. Roth menyadari bahwa alasan sering kali hanyalah dalih untuk menutupi prioritas yang sebenarnya. Kamu mungkin berkata "saya tidak punya waktu", padahal kenyataannya hal tersebut memang bukan prioritasmu. Menjadi jujur pada alasan sendiri adalah kunci untuk mengambil kendali penuh atas hidup.

Jika kamu terjebak dalam keraguan yang berlarut-larut saat harus mengambil keputusan, Roth menawarkan metode gun test. Bayangkan jika seseorang menodongkan senjata ke kepalamu dan memberimu waktu lima detik untuk memilih. Dalam kondisi darurat seperti itu, keraguanmu akan hilang dan pilihanmu akan langsung keluar. Ini menunjukkan bahwa sering kali kita sebenarnya sudah tahu apa yang kita inginkan, kita hanya butuh keberanian untuk memutuskan.

Selain itu, cara kita berkomunikasi sangat memengaruhi kekuatan diri kita. Roth menyarankan untuk mengubah bahasa sehari-hari agar lebih berdaya. Cobalah ganti kata "tetapi" menjadi "dan", serta ganti kata "harus" menjadi "ingin". Kata "harus" membuat kita merasa seperti korban situasi, sedangkan kata "ingin" memberikan kita kekuatan untuk memilih secara sadar.

Membangun Kebiasaan Pencapaian yang Nyata

Pencapaian bukanlah bakat lahir, melainkan sebuah kebiasaan yang bisa dirancang secara sengaja. Salah satu prinsip penting adalah menanamkan bias toward action atau kecenderungan untuk langsung bertindak. Jangan menunggu kondisi menjadi sempurna atau menunggu kepastian mutlak, karena menunggu sering kali hanyalah alasan untuk menunda. Masalah rumit sering kali selesai dengan cepat saat seseorang bertindak dengan pikiran yang jernih.

Selain itu, dalam membangun karier dan kehidupan, bangunlah hubungan yang tulus melalui kolaborasi radikal. Alih-alih sekadar memperluas jejaring formal dengan bertukar kartu nama secara kaku, bangunlah persahabatan yang didasari rasa saling peduli. Hubungan yang manusiawi dan tulus jauh lebih kuat dan bermakna daripada sekadar hubungan bisnis yang penuh perhitungan.

Pada akhirnya, jadikanlah pencapaian sebagai bagian dari rutinitasmu. Seperti latihan kesadaran yang harus dilakukan secara rutin, kemampuan untuk bertindak dengan niat yang bulat juga perlu dilatih terus-menerus agar kamu tetap menjadi penentu keadaan dalam hidupmu sendiri.

Ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana cara merancang kebiasaan sukses dan mengatasi hambatan mental lainnya? Temukan pemahaman mendalam serta berbagai strategi praktis lainnya melalui ringkasan lengkap The Achievement Habit karya Bernard Roth hanya di aplikasi BacaApps.

Baca ringkasan lengkapnya di BacaApps: The Achievement Habit karya Bernard Roth

The Achievement Habit

The book in this post

Bernard Roth

"The Achievement Habit" oleh Bernard Roth adalah buku panduan praktis yang menunjukkan bagaimana prinsip berpikir desain dapat diterapkan untuk meraih tujuan hidup dan mengatasi kebiasaan menunda. Roth menyoroti kecenderungan kita mencari alasan palsu dan terjebak dalam rasa takut gagal saat menghadapi masalah. Melalui pengalaman puluhan tahun mengajar di Stanford, ia mengajarkan bahwa pencapaian adalah kebiasaan bertindak nyata dengan niat yang jelas, bukan sekadar mencoba. Buku ini membantumu membingkai ulang masalah, melepaskan beban citra diri kaku, dan mengambil kendali penuh atas hidup.

Read the summary